ANALISIS EFISIENSI USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN PONDIDAHA KABUPATEN KONAWE
Abstract
Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan strategis ketiga setelah padi dan jagung yang diikuti dengan komoditas gula (tebu) dan daging sapi. Selain itu, kedelai juga merupakan tanaman palawija yang kaya akan protein, sehingga mempunyai peran yang sangat penting dalam industri pangan dan pakan. Penelitian ini bertujuan: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. 2. Untuk mengetahui efisiensi penggunaan infut pada usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe. 3. Untuk mengetahui berapa besar biaya dan pendapatan usahatani kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha adalah luas lahan (X1), benih (X3), pupuk NPK (X4), pestisida Dangke (X6) dan pestisida Matarin (X7)yang berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai. Sedangkan yang tidak berpengaruh nyata yaitu variabel tenaga kerja (X5), Pupuk Plan Catalis (X5). 2). Penggunaan faktor-faktor produksi usahatani kedelai (luas lahan dengan nilai 1,07 sudah efisien; benih dengan nilai (1,0) sudah efisien, pupuk NPK dengan nilai (8,3) dan pupuk Plan Catalis (8,1) belum efisien, sedangkan faktor produksi tenaga kerja dengan nilai (-7,883) tidak efisien; dan pestisida Dangke dengan nilai -1,34 tidak efisien, dan pestisida Matarin dengan nilai -3,1 tidak efisien. 3). Dari hasil penelitian rata-rata produksi pada usahatani kedelai sebesar 1,708 kg/hektar. Hasil analisis total biaya usahatani kedelai sebesar Rp.238.792.550,- dengan rata-rata Rp.3.618.069,- sedangkan, sedangkan total penerimaan yang dipeolrh dalam usahatani sebesar Rp.788.900.000 dengan rata-rata per hektarnya sebesar Rp.11.953.030,-. Dan total pendapatan usahatani kedelai di Kecamatan Pondidaha yaitu Rp. 550.107.450,- dengan rata-rata per hektarnya sebesar Rp. 8.334.961,-/Satu kali musim tanam.